Gimana ceritanya tindakan yang begitu tidak pantas, begitu merendahkan martabat seseorang, hanya dibalas dengan DISPENSASI SEKOLAH SELAMA DUA MINGGU? Apakah penderitaan korban hanya bernilai dua minggu? Apakah rasa takut, malu, dan trauma yang mungkin dirasakan korban bisa selesai hanya karena pelaku tidak masuk sekolah selama empat belas hari?
INI BUKAN MASALAH SEPELE. INI BUKAN SEKADAR "KENAKALAN". DAN INI BUKAN SESUATU YANG PANTAS DIANGGAP SELESAI BEGITU SAJA.
Korban adalah temen kls gw, anak TKJ yang dikenal baik hati, tidak pantas diperlakukan seperti itu oleh siapa pun. Saya muak melihat seseorang yang seharusnya tahu batas dan menghormati orang lain justru melakukan tindakan cabul yang merendahkan manusia lain.
Gw membela korban karena dia bukan cuma teman sekelas gw, gw membelanya karena YANG SALAH TETAP SALAH, SIAPA PUN PELAKUNYA.
Saya tidak meminta pembalasan. Saya meminta KEADILAN.
Kalau sekolah benar-benar ingin menjadi tempat yang aman bagi siswa, maka kejadian seperti ini harus ditangani dengan serius, transparan, dan berpihak pada keselamatan korban. Jangan sampai korban justru merasa sendirian sementara pelaku seolah hanya mendapatkan "libur" selama dua minggu.
Yang membuat gw paling marah bukan hanya tindakan cabul itu sendiri, tetapi ketika tindakan tersebut terasa seperti diperlakukan terlalu ringan.
JANGAN NORMALISASI PELECEHAN, JANGAN DIAM KETIKA SEORANG TEMAN DISAKITI, DAN JANGAN MEMINTA KORBAN UNTUK BERSABAR KETIKA YANG DIBUTUHKANNYA ADALAH PERLINDUNGAN DAN KEADILAN.
Gw akan berdiri bersama teman saya.
Bukan untuk mencari keributan, bukan untuk melakukan kekerasan, bukan untuk membalas perbuatan pelaku.
Tetapi untuk mengatakan satu hal dengan jelas:
KORBAN BERHAK DIDENGAR. KORBAN BERHAK DILINDUNGI. DAN PELECEHAN TIDAK BOLEH DIANGGAP SEBAGAI MASALAH KECIL.
Diam bukan berarti masalahnya hilang.
Dan dua minggu bukanlah ukuran dari beratnya luka yang ditinggalkan sebuah perbuatan.